Senin, 13 Juni 2016

Press Release / Denny Maharani / ADBIS 4A / 141300148

Press Release Green Day

Dalam rangka untuk menjadi bagian kebanggaan masyarakat Garut, Green Life akan mengadakan Green day (kegiatan pelestarian lingkungan) yang akan dilaksanakan pada hari Minggu 29 Januari 2016 sebagai upaya pengurangan limbah dan sampah di lingkungan Garut. Lokasi kegiatan ini akan dilakukan dari alun – alun Garut yang akan dimulai dari pukul 08.00 – 15.00 WIB. Dalam acara tersebut juga ada acara berupa lomba jalan santai, hiburan music, dan kumpul komunitas yang ada di daerah Garut.
Sebetulnya kegiatan pelestarian lingkungan sudah sering dilakukan oleh warga Garut, Namun saying keberadaan sampah dan limbah tak terpakai masih tetap menjadi masalah. Kegiatan awal yang akan dilakukan oleh Green Life adalah mengkomunikasikan kembali tentang pelestarian lingkungan kepada masyarakat agar kesadaran akan pentingnya acara – acara seperti ini untuk dilakukan.

Selain itu Green Life juga akan mengajak pihak – pihak terkait seperti SKDP Garut, Polhut Garut, Satlantas Garut, Radio, dan Komunitas yang ada di Garut untuk ikut serta berpartisipasi di acara ini bukan hanya pada awal kegiatan saja tetapi juga diharapkan memiliki tanggung jawab dan kesadaran pada acara selanjutnya.

Press Release / Ajeng Permatasari / ADBIS 4A / 141300127

Garuda Food Kembangkan Produk Chocolatos Choco Drink

Jakarta, 31 Mei 2016

http://www.garudafood.com/wp-content/uploads/2016/06/a1-180x119.jpg

GarudaFood Group berpartisipasi mengikuti Pameran produk makanan dan minuman yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian di Jakarta (31/5) yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar internasional serta senantiasa berupaya untuk memfasilitasi keikutsertaan perusahaan manufaktur nasional pada kegiatan pameran, baik yang diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri.
GarudaFood Group memperkenalkan produk minuman  ‘ready to serve’ berbahan dasar coklat yakni ‘Chocolatos Choco Drink’. GarudaFood Group optimis produk ini dapat memenuhi kebutuhan konsumen penikmat coklat di Indonesia dengan segmentasi target dewasa usia 17-35 tahun. Selain Chocolatos Choco Drink, produk lainnya seperti snack, biskuit, susu, dan minuman antara lain Kacang Garuda, Gery, Chocolatos, SuperO2, Clevo MYTEA, Okky Jelly Drink, Okky Koko Drink dan Mountea juga turut meramaikan pameran.
Dian Astriana (Head of Corporate Communications GarudaFood Group) mengatakan ‘Indonesia merupakan negara dengan preferensi rasa coklat yang dominan, sebanyak 85% produk biskuit GarudaFood Group berbahan dasar coklat. Hal ini dapat terlihat dari produk unggulan kami yakni Chocolatos Wafer Stick yang telah terlebih dahulu hadir dan sukses sebagai market leader. Chocolatos Choco Drink merupakan inovasi dan pengembangan dari produk tersebut dengan mengutamakan bahan dasar coklat berkualitas tinggi. GarudaFood Group melihat peluang yang cukup besar untuk potensi konsumsi coklat di Indonesia. Kami optimis, Chocolatos Choco Drink dapat diterima pasar dengan baik.’ ungkapnya kemudian.
GarudaFood Group sebagai Industri makanan dan minuman terus berupaya untuk menyediakan produk siap saji yang aman, bergizi dan bermutu dengan memenuhi ketiga aspek utama tersebut seperti yang disarankan kementerian perindustrian untuk penerapan SNI, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Food Hygien, Food Safety, Food Sanitation, Penerapan Standar Pangan International (CODEX Alimentarius) yang menjamin bahwa perusahaan menerapkan cara pengolahan dan sistem manajemen keamanan pangan yang baik mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, serta distribusi dan perdagangannya.


Nama   : Ajeng Permatasari

Telp     : 085784352993

Press Release / Annisa Reynatha Vianey Kaibesi / ADBIS 4A / 141300132

Pertamina Tindak Tegas Oknum Pelaku Praktik Ilegal Di SPBU
JAKARTA – Sehubungan dengan terungkapnya praktik ilegal di SPBU 34.12305, di Rempoa, Ciputat, Tangerang, PT Pertamina (Persero) menindak tegas dengan menghentikan pasokan BBM ke SPBU tersebut sambil menunggu proses penyelidikan dari pihak Kepolisian. Praktik kecurangan takaran tersebut terungkap setelah pihak Kepolisan dari Polda Metro Jaya melakukan aksi tangkap tangan para pelaku pada Senin (6/6) kemarin.

“Pertamina mendukung apapun proses dan hasil penyelidikan kepolisian, karena praktik kecurangan ini sangat menyimpang dari jaminan pelayanan dan kualitas "Pasti Pas". Mudah-mudahan ini menjadi suatu efek jera bagi pelaku kecurangan. Kami akan terus bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk mendalami modus-modus kecurangan baru, untuk mencegah tindak ilegal seperti ini," ujar VP Corporate Communication, Wianda Pusponegoro.

Takaran di SPBU menjadi salah satu perhatian utama dan melewati pengawasan yang berlapis. Dalam hal takaran, Pertamina mengikuti peraturan dari Dinas Meteorologi. Sebelum sebuah SPBU beroperasi, maka dispenser akan ditera oleh Dinas Meteorologi. Setelah beroperasi, tera ulang juga akan dilaksanakan rutin (6 bulan - 1 tahun sekali). Secara internal, Pertamina mewajibkan setiap SPBU untuk melaksanakan pengecekan kualitas BBM dan kuantitas takaran pompa setiap pagi. Audit tera dari pihak independen juga dilaksanakan secara insidentil.

Jumali selaku General Manager Marketing Operation Region III menuturkan, pihak SPBU 34.12305 di Rempoa adalah oknum. Hasil audit SPBU tersebut selama bulan Januari - Mei 2016, tercatat normal. Praktik ilegal yang dilakukan merupakan modus baru yang menjadi masukan bagi Pertamina untuk perbaikan pelayanan dan mencegah hal serupa terjadi di SPBU lain. "Saat ini pasokan SPBU tersebut sudah dihentikan. Kami akan terus memastikan stock di SPBU di wilayah sekitar tetap cukup untuk memenuhi permintaah masyarakat setempat."


Sebagai bagian dari upaya pelayanan yang terbaik, Pertamina menyediakan layanan Contact Center di nomor 1-500-000 (24 jam). Pertamina juga mengajak dan meminta seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan serta mewujudkan pelayanan yang fokus pada pelanggan, serta pendistribusian dan penyaluran BBM yang aman terkendali. Apabila ada indikasi terjadinya praktik penyelewengan distribusi atau terkait pelayanan SPBU, masyarakat dapat menyampaikan laporan ke Kepolisian setempat, Pemerintah Daerah, Hiswana, atau ke Pertamina melalui Contact Center Pertamina.

Press Release / Andrian Argo Widiarto / ADBIS 4A / 141300130


PRESS RELEASE NINJA H2

UNTUK SEGERA DIRILIS

Ninja H2

Berdasarkan filosofi desain fundamental Kawasaki akan sepeda motor, yaitu “Fun to Ride”, sekarang, pada kesempatan ulang tahun Ninja ke-30, Kawasaki dengan bangga mengumumkan kedatangan model baru yang melambangkan prinsip ” Fun To Ride “, Ninja H2. Dirancang untuk menawarkan kenyamanan berkendara pada tingkat yang belum pernah dialami, dialami, Ninja H2 menggabungkan dua elemen pasti untuk memuaskan penggemar sepeda motor di seluruh dunia. Yang pertama adalah kenikmatan mengendalikan sepeda motor bermesin performa tinggi – salah satu hal paling menarik dari sepeda motor Ninja. Yang kedua adalah akselerasi intens yang telah membuat H2 tahun 1971 (750SS Mach IV) menjadi sensasi di seluruh dunia. Dari dua hal inilah nama Ninja H2 berasal. Di luar kinerjanya yang mengesankan, Ninja H2 menonjol sebagai sebuah karya teknologi . Mesin supercharged 998 cc DOHC 16 katup yang sanggup memuntahkan power sebesar 200 PS / 10.000 rpm yang dirancang sepenuhnya di internal Kawasaki, desain rangka yang diciptakan untuk kestabilan pada kecepatan tinggi dan tingkat aerodinamis tinggi, keduanya dirancang menggunakan teknologi analysis terbaru. Bahkan cat silver-mirror paint yang sangat reflektif seperti kaca, diadaptasi untuk produksi massal untuk pertama kalinya dalam industri otomotif dan sepeda motor. Lahir dengan kemampuan teknologi yang dimiliki oleh KHI Group, membuat teknologi sepeda motor terangkat ketingkat yang baru . Untuk alasan ini, simbol  “River Mark” Kawasaki – hanya digunakan untuk model-model bermakna historikal – diberikan untuk Ninja H2.


PT Kawasaki Motor Indonesia telah menyiapkan unit-unit Ninja H2 untuk segera dipasarkan diIndonesia mengingat Indonesia sebagai salah satu pangsa pasar terbesar di asia untuk brand Ninja. Model Ninja paling ultimate ini sudah dapat dipesan didealer-dealer Kawasaki (open-order) diseluruh Indonesia. Untuk harga, H2 dibanderol Rp.580 juta. Sedangkan tipe H2R, Rp.1 Milyar untuk menebusnya. Semua harga On The Road Jabotabek. Untuk pre-order silahkan siapkan minimal Rp.50 juta sebagai tanda jadi. Untuk launching-nya, akan dilaksanakan di bulan januari 2015.

Media Monitoring

Hasil Media Monitoring Kelompok 3
Anggota Kelompok :
  1. Ajeng Permatasari (141300126)
  2. Andrian Argo W   (141300130)
  3. Anissa Reynatha   (141300132)
  4. Denny Maharani   (141300148)



Setelah kami mengamati, PR Yamaha sudah melakukan media relation above the line dengan baik. Mereka menerbitkan produk terbaru dari Yamaha di berbagai majalah. Salah satunya di Majalah Motomaxx Edisi ke - 62, April 2016
Pada majalah yang tersedia, mereka menjelaskan informasi mengenai kepopuleran Yamaha N-Max. Yamaha N-Max paling populer di negara pembalap MotoGP Yamaha, Jorge Lorenzo, Spanyol, dengan penjualan 281 Unit/bulan. Dengan begitu, mendorong konsumen dari Indonesia untuk tertarik dan membeli produk Yamaha N-Max yang laris di kancah Internasional.

Senin, 06 Juni 2016

Hubungan Public Relation dengan Pers





HUBUNGAN PUBLIC RELATIONS dengan PERS


A. Pengertian Hubungan Pers (Press Relations/Media Relations)

  1. Hubungan pers adalah suatu kegiatan khusus dari pihak Public Relations untuk melakukan komunikasi penyampaian pesan, atau informasi tertentu mengenai aktivitas yang bersifat kelembagaan, perusahaan, hingga kegiatan bersifat individual lainnya yang perlu dipublikasikan melalui kerjasama dengan pihak pers atau media massa untuk menciptakan publisitas dan citra positif. 
  2. Sedangkan pengertian dari Public Relations sendiri adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan baik dan bermanfaat antar organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. Jadi, PR itu merupakan kedudukan dalam suatu perusahaan atau organisasi sebagai penghubung antar perusahaan atau organisasi dengan publiknya. 
  3. Frank Jeffkins mendefinisikan hubungan pers sebagai suatu keinginan untuk mencapai publikasi atau penyiaran berita semaksimal mungkin, sedangkan informasi yang disebarkan melalui hubungan masyarakat adalah untuk menciptakan pengenalan dan pengertian. 

B. Prinsip Umum Membina Hubungan Pers

Dalam upaya membina hubungan baik dengan pers maka PRO harus mengerti tentang seluk-beluk media massa itu sendiri. Misalnya bagaimana surat kabar atau majalah itu diterbitkan atau bagaimana televisi dan radio itu diproduksi. Praktisi PR dapat mendatangi tempat kerja rekan-rekan media massa. Bila seorang PRO mengetauhi tentang cara kerja media massa maka informasi PR yang disampaikan akan menjadi layak berita, karena sudah tau bagaimana cara mengemukakan isu yang aktual dan gaya penulisan serta visi dan misi media tersebut.

Kaitan PR dan Media harus tetap erat karena pers sebagai sarana publikasi PR. Sebaliknya Pers membutuhkan informasi resmi akurat dan berimbang yang didapatkan dari PR. Agar PR sebagai sumber berita yang mudah dihubungi dan sebaliknya PR tidak menemukan kesulitan untuk menyampaikan atau membantah berita yang dimuat media massa harus menjalin hubungan dengan baik. Beberapa prinsip umum membina hubungan dengan pers adalah:
  1. By servicing the media yaitu memberikan pelayanan kepada media dengan menciptakan kerja sama dan hubungan timbal balik. 
  2. By establishing a reputations for reliability yaitu menegakkan suatu reputasi agar dapat dipercaya. 
  3. By supplying good copy yaitu memasok naskah informasi yang baik. 
  4. By cooperations in providing material yaitu melakukan kerjasama yang baik dalam menyediakan bahan informasi. 
  5. By providing verification facilities yaitu penyediaan fasilitas yang memadai. 
  6. By building personal relationship with the media yaitu membangun hubungan secara personal dengan media.Hal ini mendasari keterbukaan dan saling menghormati profesi masing-masing. 

C. Pentingnya Membina Hubungan Dengan Pers Dalam Public Relations

Dalam posisi sebagai penghubung antara organisasi/perusahaan dengan publiknya, praktisi PR tidak bisa tidak, harus membangun hubungan yang baik dengan pihak pers (media massa cetak/elektronik), karena sesuai fungsinya, media massa tidak saja mampu menyampaikan pesan kepada banyak khalayak, namun juga mendidik, mempengaruhi, mengawasi, menginformasikan, menghibur maupun memobilisasi. Artinya bahwa melalui hubungan yang baik dengan pihak pers akan dapat diperoleh publikasi atau penyiaran berita yang maksimal yang bermuara pada terciptanya publisitas dan citra positif organisasi/perusahaan.Menurut Frank Jefkins, secara umum prinsip-prinsip dalam membina hubungan yang baik dengan pihak pers adalah sebagai berikut :
  1. Memberikan pelayanan kepada media (by servicing the media), antara lain dengan menciptakan kerja sama dan hubungan timbal balik 
  2. Menegakkan suatu reputasi agar dapat dipercaya (by estabilishing a reputations for reliability), antara lain seperti menyiapkan bahan-bahan informasi akurat dimana dan kapan saja diminta, mengingat pihak pers selalu ingin tahu sumber berita paling baik untuk mendapatkan informasi yang akurat dan hubungan timbal balik terjalin semakin erat. 
  3. Memasok naskah informasi yang baik (by suppliying good copy), yakni memberikan naskah yang baik, menarik perhatian, penggandaan gambar/foto, pembuatan teks gambar, foto atau pengiriman newsletter yang baik, sehingga tidak perlu banyak dilakukan penyuntingan. 
  4. Melakukan kerjasama yang baik dalam menyediakan bahan informasi (by cooperation in providing material). 
  5. Penyediaan fasilitas yang memadai (by providing verification facilities), yakni memberikan fasilitas yang dibutuhkan wartawan sewaktu menggali berita. 
  6. Membangun hubungan baik secara personal dengan media (by building personal relationship with the media), yakni hal yang mendasari keterbukaan dan saling menghormati profesi masing-masing (Jefkins, 2004). 
Sedangkan kegiatan-kegiatan dalam hubungan dengan pers antara lain seperti:
  1. Konferensi Pers, yakni sebuah pertemuan para jurnalis yang sengaja berkumpul untuk mendapatkan informasi perihal topik yang tengah hangat dibicarakan.
  2. Peliputan Pers, yakni acara peliputan kegiatan, acara yang bisa diliput wartawan bisa yang bersifat massal seperti pembukaan, pameran, seminar, pelatihan, diskusi panel wisuda, pertandingan olahraga, pergelaran seni dan lain-lain.
  3. Resepsi Pers, yakni salah satu bentuk press relations dalam membina hubungan baik dengan insan pers.
  4. Kunjungan Pers, yakni undangan kepada seorang jurnalis atau kelompok wartawan acapkali diundang guna mengunjungi sebuah pabrik, menghadiri acara pembukaan kantor baru yang disusul dengan peninjauan bersama, atau acara demonstrasi produk baru.

D. Praktek Pembuatan Press Release Dan Retorika

Press Release

Press Release adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh praktisi PR dan disampaikan kepada pengelola pers atau redaksi media massa (tv, radio, media cetak, media online) untuk dipublikasikan dalam media massa tersebut. Press Release merupakan salah satu media untuk menginformasikan hal-hal baru mengenai organisasi/perusahaan yang belum diketahui oleh publik (Soemirat dan Ardianto, 2004).
Press Release menjadi sangat berguna ketika ada kesenjangan hubungan antara publik intern dan ekstern, ada sesuatu harus diberitahukan kepada publik tentang perkembangaan terbaru atau kejadian yang berkaitan dengan lembaga atau tempat humas bekerja ataupun ada sesuatu yang baru yang harus diperkenalkan kepada publik. Misalnya: kemunculan produk baru, peraturan yang baru dibuat, atau ada anggota atau komponen organisasi/perusahaan baru yang memang harus diperkenalkan.Meskipun Press Release memiliki format yang sama, namun pada dasarnya memiliki perbedaan penekanan pada informasinya, yakni :
Basic Press Release 
Mencakup berbagai informasi yang terdapat di dalam suatu organisasi/perusahaan yang memiliki berbagai nilai berita untuk media lokal,regional atau pun nasional.

Product Release
Mencakup transaksi tentang target suatu produk khusus atau produk reguler lainnya untuk suatu publikasi perdagangan di dalam suatu industri.Mereka dapat bertransaksi dengan produknya sendiri, pelanggan menggunakan produk sebagai bisnis andalan atau penguasaan pasar. 
Financial Release
Digunakan terutama dalam membina hubungan dengan pemegang saham. Umumnya banyak media lokal, regional dan nasional menyoroti masalah keuangan (kalau di Indonesia Harian Ekonomi Bisnis Indonesia dan Neraca banyak membahas pemberitaan tentang masalah keuangan atau finansial ini) (Bivins,1991:40).

Press Release merupakan kegiatan penulisan yang paling banyak dilakukan oleh praktisi PR untuk publikasi melalui media massa cetak (surat kabar dan majalah) dan media massa elektronik (tv dan radio). Bagian/elemen yang ada di dalam Press Release antara lain:

1). Headline

Digunakan untuk menarik perhatian wartawan dan secara singkat meringkas berita.

2). Dateline

Berisi tanggal rilis dan biasanya kota yang berasal dari rilis pers. Jika tanggal yang tercantum adalah setelah tanggal bahwa informasi itu sebenarnya dikirim ke media, maka pengirim meminta embargo berita, yang wartawan tidak berkewajiban untuk menghormati.

3). Pendahuluan

Paragraf pertama dalam siaran pers, yang umumnya memberikan jawaban dasar untuk pertanyaan-pertanyaan tentang siapa, apa, kapan, dimana dan mengapa.


4). Tubuh

Penjelasan lebih lanjut, statistik, latar belakang, atau rincian lain yang relevan dengan berita.

5). Boilerplate

Umumnya pendek "tentang" bagian, memberikan latar belakang yang independen pada perusahaan penerbitan, organisasi, atau individu.

6). Tutup

Simbol tradisional "-30 -" atau simbol modern "###" atau simbol “End” menunjukkan ke media bahwa rilis telah berakhir muncul.